Home Untuk Siswa & Mahasiswa Trampil Belajar 9 Langkah Menghadapi Ujian Nasional

Main Menu

Key Concepts

Anda adalah pengunjung ke

Content View Hits : 855040
9 Langkah Menghadapi Ujian Nasional PDF Print E-mail
Written by Arief Furchan   
Thursday, 30 April 2009 14:44
Article Index
9 Langkah Menghadapi Ujian Nasional
Bagian Ke Dua
All Pages

 


Kalau ada peristiwa yang berulang setiap tahun dan membuat stress banyak siswa (bahkan orang tua dan gurunya) adalah Ujian Nasional, baik itu untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, maupun Sekolah Menengah Umum dan Kejuruan.  Beberapa kisah horror terkait dengan Unas ini kadang-kadang (walau tidak banyak) juga ditayangkan di televisi.  Apalagi kalau kita mau melihat beberapa blog yang ditulis para siswa itu.  Isinya kebanyakan adalah keluhan dan kesalah-fahaman.

 

 
Sebenarnya Unas tidaklah perlu dihebohkan dan ditakuti seperti hantu.  Rasa ketakutan yang berlebihan bahkan membuat siswa stress dan tidak dapat berkonsentrasi.  Ujian itu sebenarnya sama saja, apakah itu nasional atau sekolah.  Kalau Anda tidak dapat mengerjakannya dengan baik, ya tidak lulus.  Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghadapi Ujian Nasional itu dengan wajar saja, tidak perlu cemas berlebihan.  Yang penting, persiapkan diri Anda dengan baik.  Bagaimana caranya?  Ikuti petunjuk berikut ini.

1. Anda harus tenang menghadapi ujian.  Ibarat pertandingan silat kungfu, ketenangan itu perlu agar Anda dapat berfikir jernih sehingga dapat mengatasi segala kemungkinan yang terjadi.  Jangan terlalu meremehkan lawan tetapi jangan pula terlalu membesar-besarkan dia sehingga Anda merasa diri kecil dan kalah sebelum bertanding.  Seperti itulah sikap Anda seharusnya dalam menghadapi Ujian Nasional (atau ujian apa saja).  Tenang, penuh persiapan, dan waspada, jangan panik.

2. Kenali siapa atau apakah yang sedang Anda hadapi.  Seorang pawang binatang selalu mempunyai strategi yang berbeda ketika menghadapi biantang yang berbeda.  Cara menghadapi harimau tentunya berbeda dengan cara menghadapi ular atau buaya.  Demikian pula ketika Anda menghadapi ujian.  Anda harus mengenal jenis ujian yang Anda hadapi sehingga Anda dapat memilih strategi yang tepat untuk menghadapinya.  Pada dasarnya ada dua macam jenis ujian atau tes, yaitu obyektif dan subyektif. Masing-masing jenis itu mempunyai cirri-ciri yang berbeda sehingga strategi untuk menghadapinya pun berbeda pula.  Ujian Nasional, karena sifatnya, adalah tes obyektif dan untuk itu ada strategi khusus untuk menghadapinya.  Kebetulan situs ini juga sudah menulis artikel tentang itu.  Anda dapat membacanya di sini.

Untuk lebih menenangkan Anda bahwa Ujian Nasional itu dapat Anda ‘taklukkan’, lihatlah beberapa kenyataan ini:
* Berbeda dengan pertandingan silat di mana hanya ada paling banyak lima pemenang (termasuk dua juara harapan), dalam ujian nasional, pemenangnya lebih besar daripada yang kalah (berdasarkan statistik tahun-tahun sebelumnya, yang lulus Ujian Nasional lebih dari 85%).  Jadi, peluang Anda untuk lulus lebih besar daripada peluang untuk tidak lulus.
* Materi Ujian Nasional didasarkan pada Standar Kompetensi Nasional yang juga menjadi dasar bagi kurikulum sekolah.  Jadi, logikanya, materi kurikulum sekolah dan Ujian Nasional itu sama.  Artinya, jika Anda menguasai materi kurikulum sekolah dengan baik, berarti Anda sudah menguasai materi Ujian Nasional dengan baik pula.  Ujian Nasional adalah tes untuk mengetahui apakah Anda sudah mencapai standar kompetensi nasional itu atau belum, sementara kurikulum sekolah adalah rencana atau progam sekolah untuk membantu Anda mencapai standar tersebut.  Pencapaian standar minimal nasional ini penting bagi masa depan Anda dan kemajuan bangsa kita di masa depan (ketika Anda sudah dapat menyumbangkan tenaga dan fikiran Anda untuk kemajuan bangsa kita).
* Anda mempunyai waktu tiga tahun (setidaknya dua setengah tahun) untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional itu.  Kepanikan dan kecemasan yang terjadi di beberapa siswa mungkin disebabkan karena mereka mempersiapkan diri ketika ujian itu sudah mendekat sehingga mereka merasa kekurangan waktu dan merasa tidak siap.  Bayangkan seorang petinju seperti Chris John yang jadi juara dunia itu.  Ia mempersiapkan diri jauh-jauh hari dan dengan tekun pula.


Last Updated on Sunday, 16 August 2009 22:37
 

Berikan pendapat Anda!

Apakah artikel ini bermanfaat bagi Anda? Beritahu kami.