| KIAT MENINGKATKAN KONSENTRASI MEMBACA |
|
|
|
| Written by Arief Furchan |
| Wednesday, 13 January 2010 03:07 |
|
Membaca buku teks tanpa konsentrasi adalah membuang-buang waktu saja dan sebaiknya, sedapat mungkin, jangan melakukan hal itu. Penulisan buku teks memang berbeda dari buku cerita. Berbeda daro buku cerita atau novel yang bertujuan untuk menceritakan sesuatu, biasanya dengan memainkan emoasi pembaca, buku teks biasanya bersifat akademis dan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca. Kalau Anda membaca buku teks dengan santai, informasi yang diberikan buku teks tersebut akan hanya berlalu begitu saja, tidak masuk ke dalam ingatan Anda karena tidak Anda kaitkan dengan pemahaman Anda atau pengetahuan Anda sebelumnya, Akibatnya, Anda tidak dapat memahami apa yang ingin disampaikan pengarang kepada Anda. Rahasia Konsentrasi Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, konsentrasi memang sangat diperlukan dalam mengerjakan sesuatu. Banyak buku yang mengajarkan cara meningkatkan konsentrasi, misalnya dengan cara meditasi dan sebagainya. Tetapi, berdasarkan pengalaman, ada teknik sederhana yang dapat meningkatkan konsentrasi, terutama dalam belajar atau membaca buku. Rahasia konsentrasi terletak pada kemampuan untuk membangkitkan minat terhadap apa yang Anda baca, pelajari, atau kerjakan. Kalau Anda tertarik pada bacaan, pelajaran, apa sesuatu yang Anda kerjakan, insya Allah Anda akan dapat mengonsentrasikan perhatian Anda pada apa yang Anda baca, pelajari, atau kerjakan. Bacaan atau pelajaran itu akan mudah Anda mengerti. Cara Menimbulkan minat terhadap apa yang kita baca Lalu bagaimana caranya untuk membangkitkan minat terhadap buku yang harus kita baca atau pelajaran yang harus kita pelajari? Bukankah kebanyakan buku pelajaran itu membosankan dan seperti obat tidur, begitu dibuka membuat mata mengantuk? Memang, buku pelajaran di sekolah atau perguruan tinggi itu terasa membosankan dan tidak menarik bagi kebanyakan siswa/mahasiswa. Mereka terpaksa membaca buku itu karena diharuskan oleh guru atau dosennya, bukan karena mereka tertarik pada atau ingin tahu isi buku itu. Dalam teori ilmu jiwa, ini disebut motivasi ekstrinsik atau motivasi eksternal. Artinya, motivasi yang datangnya dari luar diri siswa/mahasiswa. Lawannya adalah motivasi intrinsik, atau motivasi internal, yaitu motivasi yang datangnya dari dalam diri siswa/mahasiswa itu sendiri. Motivasi intrinsik ini, tentu saja, lebih kuat daripada motivasi ekstrinsik, Di samping itu, buku teks umumnya berisi informasi, bukan cerita (kecuali, barangkali, buku teks sejarah) sehingga membuatnya membosankan. Tapi informasi akan menjadi menarik kalau Anda bisa menemukan konsep atau sesuatu yang menarik terkait dengan informasi itu. Misalnya, Anda tidak menyukai pelajaran/mata kuliah sosiolgi dan Anda terpaksa mempelajarinya karena pelajaran/mata kuliah tersebut ada di dalam kurikulum. Daripada ‘tersiksa’ seperti itu, lebih baik Anda berusaha mencari konsep atau sesuatu yang menarik dalam pelajaran/mata kuliah atau buku sosiologi itu. Toh, bagaimanapun juga, suka atau tidak suka, Anda harus mempelajarinya juga. Jadi, kalau Anda ingin membuat jam-jam belajar Anda menyenangkan, cobalah menemukan konsep atau sesuatu yang menarik dalam apa yang Anda pelajari itu. Artinya, Anda berusaha mengubah motivasi ekstrinsik Anda menjadi motivasi intrinsik. Anda mengubah posisi Anda dari terpaksa mempelajarinya menjadi mempelajarinya karena Anda ingin tahu bagaimana sebenarnya. Jangan terima mentah-mentah apa yang dikatakan pengarang buku itu. Ragukanlah, bertanyalah tentang kebenaran informasi itu dan carilah jawabannya, di dalam buku itu atau di tempat (buku) lain. Insya Allah, dengan cara begitu, belajar Anda akan menjadi mengasyikkan. Beberapa tip belajar Berikut ini adalah beberapa tip untuk membuat Anda lebih mudah memahami dan mengingat pelajaran atau isi buku yang Anda pelajari.
Beberapa tip dalam membaca ulang
Kapan membaca ulang buku catatan Anda?
Kalau Anda benar-benar telah mengikuti saran-saran di atas, insya Allah Anda akan berhasil dalam belajar Anda. Anda telah mempersiapkan keberhasilan Anda dan, sebelum ujian, ketika siswa/mahasiswa yang lain sibuk ‘ngebut belajar’, Anda hanya akan membaca ulang buku catatan Anda. Anda akan merasakan bahwa mencapai keberhasilan itu menyenangkan. |
| Last Updated on Wednesday, 13 January 2010 03:22 |



